Selasa, 14 Agustus 2012

Cara Mengatasi Virus shortcut 1234 Runmit

Cara Mengatasi Virus shortcut 1234 Runmit >> Cara Mengatasi Virus shortcut 1234 Runmit, Virus pada komputer memang sangat menjengkelkan,jika virus ringan mungkin tidak akan begitu mempengaruhi kerja pada komputer atau notebook kamu, tapi pernahkah komputermu terkena virus 1234 Runmit? saya sendiri pernah mengalaminya, kalau kamu juga pernah kamu pasti akan kamu akan dibuat jengkel olehnya,karena virus ini memang tergolong berat,karena beberapa antivirus tertentu tidak bisa mengatasi atau menghapus virus yang satu ini. lalu bagaimana Cara Mengatasi Virus shortcut 1234 Runmit ini? ikuti tutorial dibawah ini.

Sebelumnya ketahui dulu ciri-ciri Terkena Virus shortcut 1234 Runmit adalah sebagai dibawah ini:

  1. Virus Shortcut 1234 Runmit ini akan membuat File WATERMARK.EXE yang ada di dua tempat yaitu:
    - C:Program FilesMicrosoft
    - C:Program FilesCommon FilesMicrosoft
  2. Virus Shortcut 1234 Runmit ini menyerang flashdisk dengan sangat mudah .
    Ciri Flashdisk yang kena Virus Shortcut 1234 Runmit ini terdapat 4 buah shortcut 1 buah file recycler dan autorun.inf d
    Cara Mengatasi Virus shortcut 1234 Runmit
  3. Setiap drive jika terkena virus ini akan terkena pula autorun.inf
Cara kerja Virus Shortcut 1234 Runmit :
  • Virus ini menular melalui Flashdisk walaupun autorun sudah kita matikan. 
  • Virus Shortcut 1234 Runmit ini menginfeksi komputer / laptop kita tanpa kita sadari. 
  • Jika diinstal ulang maka virus ini akan muncul lagi apapun alasannya karena virus ini tidak mempunyai file anak. Jadi semua induk. 
  • Virus Shortcut 1234 Runmit dari flashdisk langsung membuat folder bernama C:Program FilesMicrosoft dan C:Program FilesCommon FilesMicrosoft 
  • Dan virus ini  membuat backupan file di dalam Folder System Volume Information dan Recycle setiap harddisk termasuk flashdisk. 
  • Setelah itu Runmit akan menginfeksi semua file berextensi dll, exe, dan htm.
  • Jika file-file Virus Shortcut 1234 Runmit dihapus oleh anda, maka virus akan kembali lagi. Misalnya Virus Shortcut 1234 Runmit sudah menginfeksi file yang ada di D:aaaaaa.exe (hanya contoh). Kemudian folder aaa dihapus, karena ada virusnya. Lalu kita berpikir jika restart ulang Virus Shortcut 1234 Runmit akan hilang. Dan akhirnya memang berhasil. Tetapi jika kita menginstal software aaa.exe tadi di D:aaa maka virus hasil backupan yang ada di System Volume Information dan Recycle setiap Harddrive akan terbangun dari tidurnya dan kembali menginfeksi virus itu dan dia membuat file watermark lagi didalam :Program FilesMicrosoft dan C:Program FilesCommon FilesMicrosoft.
Cara Mengatasi Virus Shortcut 1234 Runmit :
  1. Sampai sekarang belum ada antivirus yang bisa membersihkan Virus Shortcut 1234 Runmit ini.
  2. Berarti anda harus install ulang windows anda. 
  3. Backup data anda, kemudian format drive yang akan di install windows. Kemudian install windows anda. 
  4. Setelah windows jadi, Jangan membuka-buka file yang ada di drive lainnya. 
  5. Langsung install antivirus AVG 2011 free dan update antivirus AVG tersebut. Karena pengalaman saya baru antivirus AVG 2011 yg bisa mendeteksi, mengkarantina, dan menghapus file yg terinfeksi Virus Shortcut 1234 Runmit ini. Link download Antivirus AVG 2011 : http://free.avg.com/us-en/download-free-antivirus Link Update AVG 2011 : http://free.avg.com/us-en/download-update 
  6. Matikan System Restore Windows untuk mempercepat proses scanning virus. 
  7. Kemudian scan drive selain drive yg baru anda install ulang. Virus Shortcut 1234 Runmit ini akan terdeteksi oleh AVG dengan nama ZBOT.

  8. Scan juga flashdisk anda, setelah selesai hapus 4 file shortcut dan recycle di flashdisk anda secara manual. Berikut hasil scan flashdisk : 
  9. Selesai.
Scan pake AVG akan menghapus / mengkarantina file atau program anda, jadi AVG tidak bisa melakukan cleaning.
 

iPhone 5 Akan Dirilis Bersamaan iPad Mini

iPhone 5 Akan Dirilis Bersamaan iPad Mini  – Beberapa Waktu lalu ada kabar yang berhembus iPhone 5 akan dirilis pada bulan Oktober Tahun ini. Namun beredar rumor tebaru bahwa iPhone 5 (nama sementara) dikabarkan akan rilis pada September ini. Bahkan rumor tersebut dikaitkan dengan peluncuran iPad mini.
Kabar tersebut dihembuskan oleh analis Topeka Capital Markets Brian White yang mendapatkan kabar dari catatan kliennya di Taipei. Selama ini analis tersebut memiliki reputasi yang cukup baik dan kerap kali berhasil menebak kehadiran produk-produk Apple sebelumnya. Saat ini, Apple memang dikabarkan bekerjasama dengan perusahaan manufaktur Hon Hai di Taipei dalam memproduksi iPhone 5.
ipad mini dan iPhone 5
“Mengenai jadwal peluncuran iPhone 5, kami percaya akan dirilis September 2012. Waktu tersebut lebih memungkinkan dibandingkan bulan Oktober. Kami percaya, jadwal tersebut akan bersamaan dengan peluncuran iPad mini,” tambah White.
White pun menjelaskan bahwa pihaknya sedang mengumpulkan data yang lebih akurat seputar pembuktian bahwa iPhone 5 akan memakai bahan dasar aluminium dan casing unibody yang akan diproduksi oleh perusahaan manufaktur Hon Hai Precision dan perusahaan manufaktur lainnya.
Sekedar info, terkait isu bentuk iPhone 5 hingga kini masih diperdebatkan. Ada yang memprediksi berbentuk kotak, tapi ada juga yang memprediksi berbentuk seperti Apple Magic Mouse.
Bentuk casingnya juga telah tersebar di internet. Di foto tersebut tampak dua buah ponsel berlogo Apple dalam posisi tengkurap berwarna hitam dan putih.
Menurut beberapa sumber ukuran layarnya memiliki bentang 4 inci. Layar iPhone 5 ini tentunya akan lebih panjang dari pada iPhone 4S guna mendukung aspek rasio 16:9.
Tak ketinggalan juga kabar seputar iPad mini, yang kini juga dikabarkan telah mulai diproduksi. Layarnya akan memiliki bentang 7,85 inci.
Spesifikasi akhir perangkat terpupuler apple ini masih simpang siur. Beberapa sumber menyebutkan bahwa “iPad Mini” akan dilengkapi dengan layar Retina Display, seperti pada iPhone 4/4S dan iPad generasi ketiga. Spesifikasi yang lain yaitu memori internal sebesar 8 GB.
Sementara itu “iPad Mini’ dikabarkan akan dibanderol dengan harga sekitar 200 – 250 dollar AS atau sekitar Rp 1,8 juta – 2,3 juta rupiah, tentunya hal tersebut bakal membuat persaingan semakin sengit dengan perangkat-perangkat sejenis yang memiliki harga lebih murah dari iPad 1, iPad 2, dan juga iPad 3 yaitu 9,7 inci.

Senin, 28 Mei 2012

pembangunan pendidikan nasional.

A. Latar Belakang Penelitian
Pembangunan pendidikan nasional Indonesia mendapat pencerahan di
dalam pelaksanaannya sejak disahkannya Undang-Undang No. 20 Tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan Nasional. Di dalarn Undang-Undang tersebut
dikatakan bahwa visi pembangunan pendidikan nasional adalah terwujudnya
manusia Indonesia yang cerdas, produktif dan berakhlak mulia. Dengan
demikian pendidikan nasional Indonesia meiniliki peranan penting dalam
menentukan masa depan bangsa dan negara Indonesia.
Saat ini, hampir semua segi kehidupan termasuk pendidikan Indonesia
tidak terlepas dari teknologi yang berkembang sangat pesat. Hal ini
mengisyaratkan bahwa untuk kehidupan ekonomi, sosial, politik dan
pendidikan di masa yang akan datang ditentukan kualitas pendidikan yang
dapat menguasai dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan taraf
kehidupan. Hal ini sesuai dengan Pembukaan UUD 1945 alinea 4 yang
memuat tujuan nasional Indonesia yaitu untuk memajukan kesejahteraan
umum sekaligus untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
Dalam rangka mencapai visi pembangunan pendidikan nasional dan
tujuan nasional tersebut, masih banyak hambatan dan masalah yang dihadapi
dunia pendidikan pada umumnya dan pendidikan kejuruan pada khususnya
antara lain banyaknya pengangguran terdidik, kurangnya dana pendidikan dan
masih rendahnya kualitas lulusan. Khusus untuk pendidikan kejuruan memerlukan pengelolaan yang baik, sehingga dapat menghasilkan lulusan
yang berwawasan luas, mempunyai keterampilan dan keahlian yang tinggi,
siap memasuki dunia kerja serta mau mengembangkan sikap profesional.
Dalam pasal 18 Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional dikatakan bahwa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
merupakan bagian dari pendidikan menengah di dalam jenjang pendidikan
formal di Indonesia. Sebagai penjelasannya, di dalam Peraturan Pemerintah
No. 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan
dikatakan bahwa yang dimaksud dengan pendidikan kejuruan adalah salah
satu bentuk satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan
kejuruan pada jenjang pendidikan menengah sebagai lanjutan dari SMP, MTs,
atau bentuk lain yang sederajat atau lanjutan dari hasil belajar yang diakui
sama atau setara SMP atau MTs.
Fungsi Pendidikan Menengah Kejuruan menurut Peraturan
Pemerintah No. 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Pendidikan pasal 76 ayat (2) adalah:
1. Meningkatkan, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai keimanan,
akhlak mulia, dan kepribadian luhur;
2. Meningkatkan, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dan
cinta tanah air;
3. Membekali peserta didik dengan kemampuan ilmu pengetahuan dan
teknologi serta kecakapan kejunuan para profesi sesuai dengan kebutuhan
masyarakat;
3
4. Meningkatkan kepekaan dan kemampuan mengapresiasi serta
mengekspresikan keindahan, kehalusan, dan harmoni;
5. Menyalurkan bakat dan kemampuan di bidang olahraga, baik untuk
kesehatan dan kebugaran jasmani maupun prestasi; dan
6. Meningkatkan kesiapan fisik dan mental untuk hidup mandiri di
masyarakat dan/atau melanjutkan pendidikan kejenjang pendidikan tinggi.
Dalam penyelenggaraan pendidikan kejuruan, praktek kerja lapangan
sangat diperlukan untuk menunjang kegiatan belajar. Slameto (2003 : 9)
menyatakan bahwa di dalam belajar yang penting bukan mengulangi hal-hal
yang harus dipelajari tetapi mengerti atau memperoleh insight, sifat-sifat
belajar dengan insight tergantung dari pengalaman masa lampau yang relevan
dalam hal ini adalah praktek kerja lapangan. Menurut Bartono (2005 : 7),
praktek kerja lapangan adalah praktek di luar kelas pada suatu instansi yang
sedang beroperasi. Praktek kerja lapangan adalah sebagai upaya penerapan
dan pembandingan antara pekerjaan yang senyatanya dengan teori yang
didapat siswa di dalam kelas sebagai bagian dan kurikulum yang diwajibkan
untuknya. Praktek kerja lapangan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) juga
dikenal dengan sebutan praktek kerja industri (Prakerin).
Untuk mengelola paktek kerja industri (Prakerin), Sekolah Menengah
Kejuruan (SMK) harus berkomitmen untuk memperhatikan mutu pelaksanaan
Prakerin dalam rangka mendukung kualitas lulusan SMK. Untuk itu yang
perlu diperhatikan adalah pemilihan industri yang menjadi institusi pasangan
SMK dalam Prakerin, pembinaan hubungan antara SMK dan industri tersebut,
4
serta kesesuaian antara keterampilan yang didalami siswa selama Prakerin
dengan kebutuhan dunia industri dalam kehidupan nyata.
Kebijakan yang sesuai dalam pengelolaan Prakerin adalah Link and
Match, yang pada dasarnya konsep Link and Match adalah strategi untuk
meningkatkan relevansi pendidikan dengan kebutuhan terutama kebutuhan
dunia usaha dan dunia industri. Sebagai realisasi kebijakan Link and Match
maka pendidikan menengah kejuruan melakukan perubahan sistem pendidikan
dan perubahan pola pikir, sikap dan nilai pelakunya yaitu dengan
dilaksanakannya pendidikan sistem ganda (PSG).
Pengertian pendidikan sistem ganda menurut Direktorat Pendidikan
Menengah Kejuruan (Anonim, 1995) adalah:
“Suatu bentuk penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan keahlian
yang memadukan secara sistematik dan sinkron program pendidikan di
sekolah dan program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui
bekerja langsung di dunia kerja, terarah untuk mencapai suatu tingkat
keahlian profesional tertentu”.
Menurut Wena yang dikutip oleh Muhaimin (2005 11) PSG adalah
suatu cara menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan kejuruan khususnya
pada SMK yang memadukan kegiatan belajar di sekolah dan kegiatan belajar
melalui bekerja langsung pada bidang serta suasana yang sesungguhnya dan
relevan di lapangan kerja. Sedangkan menurut Badeai yang dikutip oleh
Susilowati (2005 : 11) PSG adalah salah satu bentuk penyelenggaraan
pendidikan di SMK dan pelatihan industri yang dilakukan secara sistematik
untuk mencapai tingkat yang sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja.
5
Pada pelaksanaannya, Prakerin dalam PSG di SMK membutuhkan
terobosan-terobosan untuk meningkatkan mutu pelaksanaannya. Dan
pelaksanaan Prakerin tersebut diharapkan siswa-siswi dapat memanfaatkan
dengan sebaik-baiknya terutama mengenai ilmu yang akan diperoleh di
lapangan, hasil dari pengembangan teori di sekolah. Tujuan umum yang ingin
dicapai dari pelaksanaan Prakerin tersebut adalah mengurangi kesenjangan
antara profil tenaga kerja output pendidikan dengan kualifikasi tenaga kerja
yang dibutuhkan oleh pasar kerja. Sedangkan manfaat yang diperoleh dari
Prakerin antara lain memperoleh pengalaman tentang tehnik/keterampilan di
dunia usaha atau industri dan sekaligus memperoleh pengetahuan tentang
manajemen industri (Anonim, 2002: 5).
Prakerin yang dilaksanakan ini meliputi:
1. Praktek dasar kejuruan dapat dilaksanakan sebagian di sekolah dan
sebagian lainnya di industri. Praktek dasar kejuruan yang tidak dapat
dilaksanakan di industri karena industri tidak mempunyai fasilitas
penelitian dapat dilaksanakan di sekolah.
2. Praktek kerja industri keahlian produktif dilaksanakan di industri dalam
bentuk “on the job tranning”. Praktek ini berbentuk kegiatan mengerjakan
pekerjaan produksi atau jasa (pekerjaan yang sesungguhnya) di industri
atau perusahaan.
3. Pengaturan program 1 dan 2 harus disepakati pada awal program oleh
kedua belah pihak (Anonim, 2003: 1).
6
Realita yang terjadi saat ini di kalangan lulusan SMK yang telah
menempuh pendidikan sistem ganda adalah bahwa mereka belum mempunyai
kesiapan secara mental untuk masuk dalam dunia kerja. Kesiapan mental
terkait dengan kesadaran seseorang untuk melaksanakan kewajiban yang telah
diberikan dan bertanggung jawab atas tindakan dan kinerjanya. Kesiapan
mental ini harus didukung dengan kemampuan berkomunikasi dengan rekan
kerja dan beradaptasi dengan lingkungan kerja. Hal ini menjadi sebuah
masukan bagi sekolah kejuruan untuk memperbaiki sistem yang ada supaya
lulusan yang dihasilkan semakin siap masuk dunia kerja dan memiliki
kemampuan yang diharapkan oleh industri.
Tidak bisa dipungkiri, dunia pendidikan adalah tahap perencanaan
karier yang ikut menentukan tahap demi tahap peningkatan pribadi seseorang
walaupun secara riil siswa belum melakukan pilihan pekerjaan pada saat yang
bersangkutan memasuki suatu lembaga pendidikan (Handoko, 2000 : 123).
Nilai intrinsik pendidikan yang menumbuh-kembangkan tiap individu secara
optimal sesuai dengan keberadaan dan nilai instrumentalnya berperan dalam
memberikan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan sebagai persiapan
dan intrumen untuk melanjutkan hidup dan kehidupan di tengah masyarakat
(Yusuf, 2002 : 61-62). Apabila nilai yang dimaksud tidak terakomodir dengan
baik, tentunya tiap individu yang mengikuti pendidikan tidak akan
berkembang dengan baik. Akan lebih buruk lagi kalau apa yang diberikan
selama persiapan jauh menyimpang dari dunia kerja.
7
Hal ini juga terjadi di SMK Negeri 4 Klaten di mana sebagian lulusan
jurusan akuntansi belum semuanya diterima di dunia kerja sesuai dengan latar
belakangnya. Secara sekilas para lulusan itu telah bekerja, tetapi dapat
dikatakan sebagian dari mereka bekerja pada bidang yang tidak sesuai dengan
kompetensi yang telah dipelajari di sekolah. Hal ini menunjukkan kurang
efektifnya perencanaan karier yang dilakukan di SMK Negeri 4 Klaten,
meskipun ada faktor lain yang ikut menentukan peningkatan karier seperti
lowongan jabatan di dalam industri. Kurang efektifhya perencanaan karier di
SMK Negeri 4 Klaten tersebut secara tidak langsung mempengaruhi
terpenuhinya prasyarat-prasyarat peningkatan karier seperti prestasi dan
efisiensi lulusan (Handoko, 2000 : 124).
Perencanaan karier yang matang di SMK Negeri 4 Klaten seharusnya
tertuang di dalam program Prakerin yang berbasis mutu. Program tersebut
harus dirancang untuk menjadi wadah bagi siswa untuk memahami kualifikasi
tenaga kerja yang dibutuhkan oleh pasar kerja sehingga mereka menjadi lebih
siap mental untuk memasuki dunia kerja yang sesungguhnya dan membangun
karier yang terbaik. Untuk SMK Negeri 4 Klaten, manfaat Prakerin yang
paling diharapkan dapat diberikan kepada siswa adalah supaya mereka
memperoleh pengalaman tentang tehnik/keterampilan di dunia usaha atau
industri dan sekaligus memperoleh pengetahuan tentang manajemen industri
khususnya tentang ilmu administrasi (Anonim, 2002 : 5).
Dalam penelitian ini SMK Negeri 4 Klaten dipilih menjadi lokasi
penelitian. Penentuan lokasi penelitian dan setting penelitian selain dibingkai
8
dalam kerangka teoritis juga dilandasi oleh pertimbangan teknis operasional.
Untuk itu, lokasi atau setting penelitian dipertimbangkan berdasarkan
kemungkinan dapat tidaknya dimasuki dan dikaji lebih mendalam. Hal ini
penting karena betapapun menariknya suatu kasus, tetapi jika sulit dimasuki
lebih dalam oleh seorang peneliti, maka akan menjadi kerja yang sia-sia
(Bungin, 2007 : 148).
Di samping alasan di atas, untuk menentukan lokasi lapangan
penelitian perlu juga dipertimbangkan segi geografis dan praktis seperti
waktu, biaya dan tenaga. Moleong (2005 : 128) menyatakan bahwa cara
terbaik yang perlu ditempuh dalam penentuan lapangan penelitian adalah
dengan jalan mempertimbangkan teori substantif dan dengan mempelajari
serta mendalami fokus serta rumusan masalah penelitian, untuk itu perlu
memilih lapangan yang sesuai dengan kenyataan. Keterbatasan geografis dan
praktis seperti waktu, biaya dan tenaga perlu dipertimbangkan dalam
penentuan lokasi penelitian.
Berdasarkan faktor-faktor di atas, peneliti memilih SMK Negeri 4
Klaten menjadi lokasi penelitian dengan pertimbangan sebagai berikut:
1. Dari pertimbangan mungkin atau tidaknya dimasuki untuk memperoleh
data yang baik atau informasi yang mendalam bahwa peneliti mempunyai
hubungan yang cukup baik dengan informan terutama Kepala Sekolah dan
sebagian Guru SMK, hubungan yang cukup baik inilah yang
memungkinkan peneliti memperoleh informasi yang mendalam atau data
yang akurat dalam suatu penelitian.
9
2. Dari segi waktu dimungkinkan bahwa peneliti dapat secara leluasa untuk
mengadakan pengumpulan data karena letak geografis yang tidak begitu
jauh antara lokasi penelitian dengan tempat tinggal penelitian yang
didukung dengan sarana transportasi yang mudah.
3. Dari segi biaya bahwa untuk menuju lokasi penelitian tidak membutuhkan
biaya yang tinggi karena letak lokasi penelitian yang cukup dekat atau
tidak begitu jauh.
4. Dari segi tenaga bahwa peneliti tidak perlu mengeluarkan tenaga yang
banyak untuk menuju lokasi penelitian.
5. Dari segi manfaat bahwa lokasi penelitian ini dipilih karena adanya bukti
bahwa lokasi penelitian mempunyai prestasi yang baik dalam hal-hal
tertentu dibandingkan dengan beberapa sekolah lainnya sehingga hasil
penelitian akan membawa manfaat bagi peneliti dalam usaha peningkatan
mutu sekolah.
Suatu penelitian akan dapat bermakna jika suatu penelitian itu dapat
bermanfaat bagi para pembaca dan bagi peneliti itu sendini. Salah satu faktor
yang dapat mempengaruhi bermaknanya suatu penelitian adalah karena
diperolehnya data yang akurat atau diperolehnya informasi yang mendalam
tentang suatu obyek penelitian. Informasi yang mendalam atau data yang
akurat akan diperoleh jika ada hubungan yang baik antara peneliti atau
pengumpul data dengan informan.
10
B. Fokus Penelitian
Berdasarkan pada latar belakang masalah sebagaimana dijelaskan di
atas, maka fokus penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: Bagaimanakah
ciri-ciri pengelolaan praktek kerja industri (Prakerin) yang efektif di Sekolah
Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 4 Klaten?
Sub fokus dalam penelitian ini adalah:
1. Bagaimanakah ciri-ciri pelaksanaan praktek kerja industri (Prakerin) di
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 4 Klaten?
2. Bagaimanakah ciri-ciri organisasi pengelolaan praktek kerja industri
(Prakerin) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 4 Klaten?
3. Bagaimanakah ciri-ciri hubungan praktek kerja industri (Prakerin) di
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 4 Klaten?
C. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan fokus penelitian yang telah dikemukakan maka tujuan
penelitian ini adalah: untuk mendiskripsikan ciri-ciri pengelolaan praktek
kerja industri (Prakerin) yang efektif di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
Negeri 4 Klaten.
Sub tujuan penelitian ini meliputi :
1. Untuk mendiskripsikan ciri-ciri pelaksanaan praktek kerja industri
(Prakerin) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 4 Klaten.
2. Untuk mendiskripsikan ciri-ciri organisasi praktek kerja industri (Prakerin)
di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 4 Klaten.
11
3. Untuk mendiskripsikan ciri-ciri hubungan praktek kerja industri (Prakerin)
di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 4 Klaten.
D. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoritis
Manfaat penelitian ini memberikan sumbangan ilmu pengetahuan
yang berkaitan dengan:
a. Ciri-ciri pelaksanaan praktek kerja industri (Prakerin) di Sekolah
Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 4 Klaten.
b. Ciri-ciri organisasi praktek kerja industri (Prakerin) di Sekolah
Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 4 Klaten.
c. Ciri-ciri hubungan praktek kerja industri (Prakerin) di Sekolah
Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 4 Klaten.
2. Manfaat Praktis
Penelitian ini bermanfaat untuk:
a. Kepala Dinas Pendidikan Nasional, sebagai bahan masukan untuk
mengambil kebijakan tentang efektifitas pengelolaan praktek kerja
industri (Prakerin) berbasis mutu di Sekolah Menengah Kejuruan
(SMK) untuk meningkatkan kualitas kelulusan.
b. Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 4 Klaten, sebagai
dasar untuk mengambil tindakan efektifitas pengelolaan praktek kerja
industri (Prakerin) berbasis mutu di sekolah untuk meningkatkan
kualitas lulusan.
12
c. Guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 4 Klaten, sebagai
dasar untuk mengambil tindakan efektifitas pengelolaan praktek kerja
industri (Prakerin) berbasis mutu di sekolah.
d. Komite Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 4 Klaten, sebagai
bahan acuan di dalam pengendalian pelaksanaan efektifitas
pengelolaan praktek kerja industri (Prakerin) berbasis mutu.
e. Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 4 Klaten, sebagai
bahan renungan untuk mengembangkan kemandirian mereka melalui
efektifitas pengelolaan praktek kerja industri (Prakerin) berbasis mutu.
E. Definisi Istilah
1. Praktek kerja industri (Prakerin) adalah salah satu model penyelenggaraan
pendidikan keahlian profesional yang memadukan secara sistematis dan
sinkronisasi antara pendidikan sekolah dan penguasaan keahlian atau
ketrampilan yang diperoleh melalui kegiatan bekerja langsung di dunia
kerja untuk mencapai suatu tingkat keahlian yang profesional sesuai
dengan program studinya dan yang diharapkan dalam profil kemampuan
lulusan SMK.
2. Pengelolaan praktek kerja industri (Prakerin) berbasis mutu adalah segala
bentuk pengelolaan praktek kerja industri (Prakerin) di sekolah kejuruan
dengan tujuan meningkatkan kualitas lulusan.
13
3. Institusi pasangan SMK dalam Prakerin adalah industril perusahaan yang
menjadi rekanan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 4 Klaten
dalam praktek kerja industri (Prakerin).
4. Organisasi pengelolaan praktek kerja industri (Prakerin) adalah struktur
organisasi yang terbentuk di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 4
Klaten untuk mengelola program praktek kerja industri (Prakerin).
5. Fungsi organisasi adalah fungsi setiap jabatan di dalam organisasi program
praktek kerja industri (Prakerin) yang terbentuk di Sekolah Menengah
Kejuruan (SMK) Negeri 4 Klaten.
6. Kegiatan praktek kerja industri (Prakerin) adalah semua kegiatan yang
dilaksanakan siswa di dalam program praktek kerja industri (Prakerin) di
institusi pasangan SMK dalam Prakerin.
7. Sub fokus penelitian adalah unsur-unsur yang menyusun dan menjelaskan
fokus penelitian.

kabar indonesia

KabarIndonesia - Jambi, Bahwa kesiapan mental memasuki dunia kerja sangat penting, itulah inti yang tersirat dari apa yang disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Jambi, Drs. H. Fachrori Umar, M.Hum dan Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Myra M. Hanartani, SH, MA dalam acara Pembukaan Training of Trainer (TOT) bagi Pengajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Mediator Hubungan Industrial se Provinsi Jambi, pada Rabu malam (9/2) di Muara Bulian Room, Hotel Wiltop, Kota Jambi.

Acara ini diselenggarakan oleh Direktorat Kelembagaan dan Pemasyarakatan Hubungan Industrial dan Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia, yang ditujukan untuk membekali dan mempersiapkan mindset/pola pikir dan mental para alumni dan siswa siswi SMK dalam memasuki dunia kerja.

Kesiapan mental dalam memasuki dunia kerja memang berlaku untuk semua orang, semua tenaga kerja. Namun, pelatihan ini diadakan bagi pengajar SMK yang selanjutnya diharapkan dapat meneruskan atau mentransfer apa yang didapat oleh para pengajar SMK dari pelatihan ini kepada para siswa dan siswinya, dengan pertimbangan bahwa siswa siswi SMK dibekali dengan keterampilan untuk (langsung) bekerja pada bidang tertentu, artinya alumni SMK itu biasanya langsung terjun ke dunia kerja, tidak seperti alumni SMA yang biasanya melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang pendidikan tinggi sebelum memasuki dunia kerja.

Dalam sambutannya, Wagub dengan lugas mengatakan menyambut baik diselenggarakannya pelatihan ini, yang dinilainya sangat strategis, khususnya dalam kaitannya dengan upaya peningkatan kualitas siswa siswi SMK dalam meningkatkan daya saing daerah guna pemanfaatan potensi-potensi yang ada di Provinsi Jambi.
“Sejalan dengan itu, dalam kaitan dengan pembangunan sumber daya manusia di Provinsi Jambi, Pemerintah Provinsi Jambi juga sedang menggalakkan peningkatan jumlah SMK. Penggalakan tersebut akan dilakukan dengan meningkatkan persentase perbandingan antara jumlah SMK dan SMA, yang juga selaras dengan program pemerintah. Tentu, tidak hanya peningkatan secara kuantitas yang kita harapkan, namun akan juga dibarengi dengan peningkatan kualitas SMK. Dengan demikian, kita berharap lulusan pendidikan sekolah menengah kejuruan di Provinsi Jambi dapat mudah terserap oleh lapangan kerja yang tersedia,” tutur Wagub.

Wagub kemudian mnjelaskan tujuan pendidikan SMK sebagaimana dituangkan dalam Undang-undang Sistem pendidikan Nasional N0. 20 Tahun 2003, bahwa pendidikan kejuruan bertujuan mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Oleh sebab itu, pendidikan SMK memerlukan magang bagi siswa siswi dalam rangka menambah pengalaman agar lebih siap memasuki pasar kerja. Hal ini terkait dengan pola pendidikan SMK yang menggunakan sistem ganda yaitu belajar di sekolah dan belajar di industri.

Namun, kendala yang kerap ditemui adalah tidak sebandingnya jumlah industri tempat magang dengan siswa-siswi SMK, yang mana tempat industri sangat terbatas, terang Wagub.
Sehubungan dengan kendala tersebut, Wagub meminta setiap industri yang ada di Provinsi Jambi untuk menerima dan memberikan kesempatan kepada SMK untuk melaksanakan magang, sehingga melalui kerjasama dan kemitraan SMK dan industri (perusahaan) dapat menghasilkan lulusan SMK yang berpengetahuan sekaligus memiliki pengalaman.

Selanjutnya, Wagub menyampaikan pesan kepada para peserta TOT yang terdiri dari para guru SMK untuk mengikuti pelatihan ini secara maksimal sebagai wahana yang bertujuan untuk mempersiapkan SDM berkeunggulan dan bermutu tinggi, khususnya di Provinsi Jambi.
Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Myra M. Hanartani, SH, MA memaparkan kondisi ketenagakerjaan di Indonesia, yang intinya masyarakat Indonesia masih sangat membutuhkan peningkatan kualitas, baik dalam skill/keterampilan maupun dalam mental dan karakter.

Myra memaparkan secara singkat permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia, yang terdiri dari tiga hal, yaitu :
1. Lapangan kerja yang sangat terbatas
2. Lapangan kerja yang tersedia tidak terpenuhi. Hal ini karena skill yang kurang memadai dari para pelamar kerja
3. Pelaksanaan hubungan industrial belum optimal
Permasalahan yang ke-3 (pelaksanaan hubungan industrial yang belum optimal) ini lah yang diupayakan untuk ditanggulangi, salah satunya dengan mengadakan pelatihan ini, ujar Myra.

Pada kesempatan tersebut Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja memberikan cindera mata berupa buku-buku tenaga kerja kepada Wagub.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jambi, Raflinur, SH menyatakan bahwa pelatihan ini merupakan sesuatu yang positif guna membantu membekali mental dan pola pikir siswa siswi SMK di Provinsi Jambi dalam memasuki dan menghadapi dunia kerja sembari berharap para peserta TOT dapat menyerap apa yang diberikan dalam pelatihan ini, untuk kemudian ditransfer kepada anak didiknya.

Ketua panitia penyelenggara TOT, Hayani Rumonggan dalam laporannya menyampaikan, peserta pelatihan ini berjumlah 50 orang, terdiri dari guru-guru SMK se Provinsi Jambi dan juga dari provinsi-provinsi lainnya di Nusantara.